Wakil Wali Kota Cimahi Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana

oleh -300 Dilihat
Wakil Wali Kota Cimahi Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana
Wakil Walikota Cimahi , Adhitya Yudhistira saat memberikan keterangan terkait kesiapan pencegahan bencana alam.

Cimahi, Bewaramedia – Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitya Yudhistira, memimpin apel peningkatan kesiapsiagaan bencana di Kota Cimahi, pada Selasa (11/3/2025) di Halaman Kantor BPBD Kota Cimahi, jln Daeng Adiwinata Cihanjuang Cimahi.

Apel ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana yang sesuai dengan arahan Mendagri yang didampingi BNPB dan BMKG.

Dalam apel tersebut, Kang Adit sapaan akrab wakil walikota ini menyoroti potensi bencana hidrometeorologi yang telah dirasakan di Kota Cimahi selama beberapa hari terakhir dengan hujan yang terus-menerus.

“Pemerintah Kota Cimahi, khususnya BPBD, terus melakukan cek kesiapan dan respons terhadap potensi bencana yang terjadi,” ucapnya

Ia mengapresiasi kesigapan personel BPBD dalam menangani bencana, meskipun fasilitas pendukung masih perlu penyempurnaan.

Kang Adit  juga meminta dua hal utama dalam upaya mitigasi bencana, yaitu mitigasi dan edukasi. Daerah-daerah yang rawan longsor dan banjir perlu diidentifikasi dan dilakukan sinergi dengan berbagai OPD terkait.

Pemerintah juga terus berkoordinasi dalam pembahasan perubahan tata ruang di Jawa Barat untuk mencegah alih fungsi lahan yang dapat memicu bencana.

Potensi banjir di Kota Cimahi menjadi perhatian utama. Banjir yang terjadi di beberapa titik seperti Melong, Jalan Industri, dan Cigugur Tengah menjadi fokus penanganan.

Pemerintah Kota Cimahi telah mulai membebaskan lahan di bantaran sungai untuk mengurangi risiko banjir. Namun, koordinasi dengan wilayah hilir seperti Marga Asih masih perlu ditingkatkan untuk mencegah overload aliran sungai.

Selain itu, penanganan banjir juga dilakukan baik secara mikro maupun makro. Penanganan mikro mencakup optimalisasi fungsi drainase dan pembuatan kolam retensi, sementara penanganan makro melibatkan upaya besar seperti sodetan sungai.

“Pemerintah Kota Cimahi terus berupaya menginventarisir titik-titik rawan banjir dan menyiapkan langkah-langkah antisipasi yang lebih efektif,” imbuh Adhtya.

Ia juga menyampaikan urgensi penanganan banjir kepada Gubernur Jawa Barat, Ia pun berharap dapat memberikan dukungan dalam upaya ini. Banjir di Kota Cimahi, khususnya di daerah Melong dan beberapa RW lainnya, memerlukan perhatian khusus.

Langkah Pemkot Cimahi

Karena itu, pemerintah Kota Cimahi akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna mengantisipasi potensi bencana baru yang muncul akibat cuaca ekstrem.

Seiring dengan antisipasi bencana hidrometeorologi, BNPB telah mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

“Dengan kesiapsiagaan yang ditingkatkan dan koordinasi yang baik antar pihak terkait, diharapkan Kota Cimahi dapat lebih tanggap dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang mungkin terjadi di masa mendatang,” tukas Kang Adhit.

Sementara itu Ketua BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan mengatakan jika banjir yang sering terjadi adalah, banjir limpasan, genangan dan luapan.

Banjir ini kerap kali terjadi di daerah industri Cipageran, bahkan kerawanan banjir ini ada di setiap kelurahan.

Kepala BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan saat menjelaskan titik-titik rawan di Kota Cimahi.

Selain itu, Andy juga menyebut bahwa pihaknya juga mengantisipasi munculnya titik-titik kerawanan yang baru. Ia mencontohkan tentang menyempitnya bagian hulu sungai Cibabat yang menjadi potensi baru terjadinya banjir.

Untuk mengantisipasi kejadiannya tersebut, Andy mengatakan bahwa selai terus berkoordinasi dengan pihak -pihak terkait, pihaknya juga mesiagakan beberapa personil.

“Ada sebelas personil ditambah dengan relawan dan organik lain, jadi total ada sekitar 36 personil internal. Mereka akan berjaga selama 24 jam,” terangnya. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.