Cimahi Tetapkan Status Tanggap Darurat Sampah, Wali Kota Pimpin Langsung Aksi Pembersihan Massal

oleh -497 Dilihat

Cimahi, BewaraMedia – Pemerintah Kota Cimahi resmi menetapkan status Tanggap Darurat Sampah setelah volume sampah pasca Idulfitri memuncak hingga lebih dari 570 ton. Tumpukan sampah terpantau di berbagai Tempat Penampungan Sementara (TPS) maupun area non-TPS di seluruh wilayah kota.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, memimpin langsung Apel Siaga Pembersihan Sampah yang digelar serentak di tiga lokasi utama: TPS Cibeber (Cimahi Selatan), TPS Marimar di belakang Cimahi Mall (Cimahi Tengah), dan TPS Pasar Atas (Cimahi Utara). Aksi bersih-bersih massal ini akan berlangsung selama sepekan, mulai 21 hingga 27 April 2025.

“Hari ini, kita menunjukkan komitmen bersama untuk membersihkan lingkungan. Sampah bukan hanya mencemari, tapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat,” ujar Ngatiyana saat apel.

Lonjakan sampah disebabkan oleh rendahnya tingkat pemilahan sampah rumah tangga serta terbatasnya kapasitas pembuangan ke TPA Sarimukti. Akibatnya, banyak TPS mengalami kelebihan muatan yang berdampak serius, seperti pencemaran udara, potensi banjir akibat saluran tersumbat, hingga meningkatnya risiko penyebaran penyakit.

Sebagai langkah awal, Pemkot Cimahi mengerahkan seluruh armada pengangkut sampah, termasuk 16 truk khusus untuk TPS Cibeber. Operasi ini juga melibatkan personel TNI, Polri, Satpol PP, serta tokoh masyarakat.

Untuk solusi jangka panjang, Pemkot merancang pembangunan unit pengolah sampah berbasis teknologi seperti incinerator dan mesin pemilah. Hasil residunya akan dimanfaatkan menjadi produk bernilai guna seperti paving block, sehingga dapat mengurangi ketergantungan Cimahi terhadap TPA.

Ngatiyana menjelaskan, volume sampah Cimahi mencapai sekitar 240 ton per hari. “Kita butuh 12 titik incinerator untuk menunjang pengolahan mandiri. Kami sudah ajukan permohonan dukungan unit tambahan ke Pemprov Jabar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat. Pihaknya akan melatih lebih dari 1.000 penggerobak sampah agar proses pemilahan berjalan optimal. “Kami akan terapkan prinsip ‘no pilah, no angkut’. Kalau tidak dipilah, sampah tidak akan kami angkut,” tegas Chanifah.

Langkah ini menjadi bagian dari program Cimahi Zero to TPA, yang bertujuan menciptakan sistem pengelolaan sampah mandiri mulai dari tingkat rumah tangga.

No More Posts Available.

No more pages to load.