Lampung, Bewaramedia – Proyek Insfratruktur Drainase yang berada di wilayah Ruas Putih – Umbar Kecamatan Cukuh Balak terancam dibongkar. Hal ini terjadi akibat kekecewaan masyarakat karena kualitas material ykang dianggap tidak sesuai speck. Kekecewaan masyarakat Cukuh Balak tersebut terlihat viral dalam unggahan media sosial mereka menegor pekerja yang ada di lokasi.
“Mohon maaf bang ini batu apa ini mah batu tanah, kenapa ini sudah dipasang ini batu galian eksavator, mohon maaf ya bang ini mah batu badas kami ini asli masyarakat cukuh balak Pertiwi, bunyi Vidio pendek tersebut
Hal yang sama dikatakan oleh Adam (bukan nama sebenarnya). “Iya bang kami dari masyarakat Cukuh Balak kecewa atas bangunan drainase Insfratruktur tersebut. Pasalnya dari bahan materialnya saja, pihak kontraktor sudah pakai batu asal-asalan tidak pedulikan kualitas tinggi. Dan yang lebih anehnya pihak kontraktor dan pekerja kemarin langsung menutup batu itu pakai semen agar tidak diketahui pihak dinas BMBK BG,” ujar Adam pada bewaramedia, 28/04/25.
lebih lanjut Adam menambahkan persoalan yag viral di Media sosial”Yang jelas kami masyarakat Cukuh Balak tidak terima bangunan tersebut dan kami meminta kepada Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, agar membongkar kembali bangunan drainase tersebut. Dan segera diganti dengan batu asli pecahan, dan kami juga sudah lapor kepada kepala desa Tanjung jati bapak Irwansyah agar bisa meneruskan permintaan kami ini kepada pihak terkait,” tambahnya.
Saat dimintai keterangan Kepala Desa Tanjung Jati, Irwansyah, membenarkan atas laporan dari masyarakat .
“Iya bang benar saya sudah terima laporan dari beberapa masyarakat atas kekecewaan kualitas bangunan drainase Insfratruktur Ruas Putih-Umbar ini, salah satunya mereka keluhkan bahan material drainase yang pakai batu cadas (Kalam) dan akan segera saya teruskan kepada pihak penanggung jawabnya,” tegas Irwansyah.***
Jurnalis: Ihsan Fitra
Editor: Pifend






