Cimahi, Bewaramedia – Seorang sosok yang telah mengabdikan hidupnya untuk pendidikan, perjuangan, dan kemanusiaan, Landoeng Soewarno, atau yang lebih akrab disapa Abah Landoeng. Ia merupakan figur inspiratif dari Bandung yang memiliki perjalanan hidup luar biasa.
Lahir di Bandung pada 11 Juli 1926, ia menjalani kehidupan penuh dedikasi sebagai pendidik dan relawan, dengan jejak perjuangan yang tak terlupakan dalam sejarah Indonesia.
Membangun Pendidikan, Mencerahkan Generasi
Sejak muda, Abah Landoeng telah mengabdikan dirinya di dunia pendidikan. Mulai dari sekolah dasar, Hollandsch Inlandsche School (HIS), hingga akhirnya menjadi guru Fisika di SMPN 2 dan 5 Kota Bandung. Pengabdiannya pada pendidikan berlangsung selama lebih dari empat dekade, hingga pensiun pada tahun 1996 sebagai PNS Golongan IV A.
Tak hanya mengajar di sekolah formal, ia juga aktif dalam pemberantasan buta huruf sejak 1945, sebuah perjuangan yang membawa ilmu ke pelosok negeri. Bahkan, dalam misi Dwi Kora, ia turut serta dalam program pendidikan di Malaysia yang berfokus pada pengentasan buta huruf.
Pejuang dan Relawan dalam Sejarah Bangsa
Abah Landoeng bukan hanya seorang guru, tetapi juga seorang pejuang yang turut mengukir sejarah Indonesia. Ia berperan dalam berbagai peristiwa penting, di antaranya sebagai aktivis Bandung Lautan Api, relawan dalam Perjanjian Linggarjati, serta ikut dalam Konferensi Asia Afrika 1955, sebagai panitia yang menyediakan kendaraan bagi para delegasi.

Tak berhenti di situ, ia ikut serta dalam berbagai operasi penting seperti, Misi Trikora ke Irian Jaya dan perjuangan memerangi DI/TII. Bahkan sejak tahun 1966, ia diangkat sebagai anggota TNI AD (titular) dengan pangkat Sersan Mayor, memperlihatkan kiprah pengabdiannya dalam bidang militer.
Penghargaan dan Dedikasi Tanpa Batas
Atas segala kontribusinya, Abah Landoeng telah menerima berbagai penghargaan, termasuk dari Gubernur Jawa Barat, Kodam XII/Kalbar, serta dari Palang Merah Indonesia atas perannya dalam penanggulangan bencana gempa dan tsunami di Aceh.
Saat ini, di usia senjanya, ia tetap aktif dalam Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) Jawa Barat, selain itu, ia juga aktif dalam dunia media, kini Abah Landoeng aktif menjadi dewan pembina, Jurnalis Bela Negara (JBN). Kiprahnya diusia senja masih menunjukkan bahwa semangatnya untuk berkontribusi kepada masyarakat tak pernah padam. ***







