Pemkot Cimahi Bongkar Median Jalan Amir Machmud, Targetkan Kelancaran Lalu Lintas dan Kenyamanan Pengguna Jalan

oleh -680 Dilihat

Cimahi, BewaraMedia – Pemerintah Kota Cimahi terus berupaya menata ulang infrastruktur perkotaan guna menciptakan lalu lintas yang lebih lancar dan lingkungan jalan yang nyaman bagi warga. Salah satu langkah terbaru adalah pembongkaran pembatas jalan (median) di ruas Jalan Raya Amir Machmud, yang dilaksanakan pada Senin (5/5/2025).

Jalan sepanjang 4,3 kilometer tersebut merupakan jalur nasional yang menghubungkan Kota Cimahi dengan Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat (KBB). Tingginya volume kendaraan, khususnya saat jam sibuk pagi dan sore, menjadikan kawasan ini salah satu titik rawan kemacetan di Cimahi.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, bersama Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, yang turut meninjau langsung proses pembongkaran, menyatakan bahwa kondisi ini sudah menjadi perhatian serius pemerintah. “Ruas ini kerap mengalami kemacetan parah di jam-jam padat. Warga bisa menghabiskan hingga 30–40 menit hanya untuk melewati satu ruas saja,” jelasnya.

Adhitia menambahkan, kemacetan berkepanjangan tak hanya membuang waktu, tapi juga berdampak pada menurunnya produktivitas dan meningkatnya stres masyarakat. “Dampaknya bukan sekadar telat sampai tujuan, tapi juga mempengaruhi kondisi psikologis warga. Ini yang coba kami atasi dengan penataan ini,” katanya.

Sebagai solusi awal, pemerintah melakukan pembongkaran media jalan di titik-titik tertentu, yang ke depannya akan dilanjutkan secara bertahap di seluruh koridor Jalan Amir Machmud. Penataan ini, lanjut Adhitia, memperhatikan dua hal utama: aspek fungsi lalu lintas dan aspek estetika visual.

“Kajian menunjukkan bahwa perspektif ruang yang terlalu sempit secara visual dapat membuat pengendara merasa tertekan. Maka, pembongkaran ini juga bertujuan menciptakan pandangan jalan yang lebih terbuka dan nyaman,” imbuhnya.

Tak hanya membongkar pembatas jalan, Pemkot Cimahi juga akan menambahkan speed trap atau alat pembatas kecepatan di beberapa titik rawan untuk meningkatkan keselamatan berkendara.

“Pengendalian kecepatan penting agar keamanan tetap terjaga. Kami akan tempatkan speed trap sebagai upaya preventif,” tutur Adhitia.

Seluruh kebijakan ini, menurutnya, telah dikaji secara mendalam dan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Sementara itu, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menyampaikan bahwa pembenahan infrastruktur ini juga diyakini dapat memicu pertumbuhan ekonomi lokal dan mempercantik wajah kota.

“Selain mengurai kemacetan, kami ingin menjadikan kota ini lebih tertib dan indah. Toko-toko di sekitar jalur ini juga akan mendapat manfaat ekonomi dari
kelancaran lalu lintas,” ujarnya.

Ngatiyana menegaskan komitmennya pada kerja nyata di lapangan. “Saya tidak banyak teori. Yang penting, hadir di lapangan, bekerja untuk masyarakat,” tegasnya.

Lebih jauh, ia juga menyoroti pentingnya pembinaan generasi muda di Cimahi. Sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pihaknya akan menerapkan pendekatan pembinaan berkarakter dengan metode disiplin ala militer untuk anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.

Di sisi lain, Pemkot Cimahi juga tengah merancang solusi jangka panjang untuk persoalan perbatasan dengan Kota Bandung dan perbaikan kolam retensi di kawasan Pasir Kaliki sebagai bagian dari pengelolaan banjir.

Jurnalis: VRM
Editor: VRM

No More Posts Available.

No more pages to load.