Cimahi, BewaraMedia – Pemerintah Kota Cimahi mengambil langkah proaktif dalam upaya pencegahan stunting, dengan mengintensifkan pembinaan bagi calon pengantin. Strategi ini menjadi bagian integral dari pendekatan hulu untuk menekan angka stunting yang masih menjadi perhatian nasional. Acara ini resmi di buka oleh Wali Kota Cimahi Letkol Pur. Ngatiyana, yang dihadiri oleh Kadis DP3AP2KB Fitriana Manan, Kadis Kesehatan Kota Cimahi (mewakili), Kepala Kantor Kementrian Agama kota cimahi, Tim penyuluh dan peserta calon pengantin yang bertempat di kantor kecamatan cimahi tengah kota cimahi Sabtu 24/05/2025.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan pentingnya inisiatif ini. “Kami ingin memastikan bahwa setiap calon pengantin memiliki pemahaman yang cukup tentang pentingnya gizi, kesehatan reproduksi, dan pola hidup sehat sebelum membina rumah t700
Program pembinaan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Kesehatan, Kementerian Agama, dan Puskesmas di seluruh kelurahan. Calon pengantin akan mendapatkan edukasi komprehensif mengenai penting pemeriksaan kesehatan pranikah, asupan gizi yang optimal, serta pencegahan penyakit yang dapat berisiko terhadap kehamilan dan tumbuh kembang anak.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Pusat Kesehatan Masyarakat, Fitri Faturahmi, S.S.T., M.Gizi, menambahkan bahwa calon pengantin juga diwajibkan menjalani skrining anemia dan status gizi. Hal ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini risiko stunting.
“Pencegahan stunting harus dimulai sebelum kehamilan terjadi. Maka, kami menyasar edukasi dan pemeriksaan sejak dari calon pengantin,” tegas Fitri.
Langkah ini selaras dengan arahan pemerintah pusat untuk memerangi stunting dari akarnya, yaitu dengan mempersiapkan calon ibu dan ayah yang sehat serta berpengetahuan. Diharapkan, generasi masa depan Cimahi akan tumbuh optimal, bebas stunting, dan siap bersaing
Jurnalis: VRM







