Cimahi, Bewaramedia – Iwan Setiawan sang Legislator dari fraksi Partai Demokrat Kota Cimahi, lahir dari keluarga seni, terutama diseni musik tradisional Reog, ia menyebutnya Tatabeuhan atau alat musik pukul.
Hal ini terungkap saat ngobrol santai usai kegiatan Bazar UMKM yang berlokasi di halaman Kantor DPC Demokrat Kota Cimahi Jln Sangkuriang Cipageran Cimahi Utara, pada Sabtu, 31 Mei 2025.

Darah seni yang mengalir dari keluarganya, mendorong keinginan untuk berkiprah di dunia musik, hampir semua alat musik Iwan menguasai, dari mulai Gitar, Bass, Keyboard bahkan bernyanyipun tak kalah bagusnya, dengan suara khas Rock yang sedikit serak. Namun Iwan lebih fokus ke Alat Tabuh yaitu Drum.

Untuk membuktikan keseriusanya menjadi seorang Drummer Profesional, Iwan mengambil kursus Drum di Elfas Jl. Terusan Jakarta, Bandung.
“Jaman dulu itu tuh ya Bro, kalo ga kursus di Studio 5 ya …ke Elfas, tapi saat itu agak kurang begitu Srek, karena lebih ke Jazz Progesif, bukan passion saya, akhirnya saya pindah ke Purwacaraka, saya sampe grade 7 lho, tapi lieur ah lobs maca partitut,” cerita Iwan mengenang masalalunya, sambil tertawa.
Berbekal Ilmu hasil belajar dari Elfas dan Purwacaraka, Iwan mulai berkarir di dunia musik sebagai Drummer, kemudian Iwan mendirikan Cimahi Drum Club (CDC) sebuah lembaga dan kursus Drum yang beralamat di Jl. Encep Kartawirya Citeureup Cimahi. Menurutnya sudah banyak anak didiknya yang menjadi drummer profesional.

“Alhamdulillah Brader.. banyak anak didik saya yang berhasil menjadi Drummer di beberapa Band yang cukup terkemuka terutama di Cimahi dan Bandung Raya,” ungkapnya.
Iwan juga mendirikan beberapa grup band pada thn 1996 Beatlover Cover The Beatles Juara 1 festival musik beatles se jabar dan masuk kompilasi Rock Indoneaia 2004 side A no 1 dengan lagu andalan Cristal Fantasi. Lalu bersama Band TOHAGA yang menjadi Stufa Band.
Tahun 2021 Iwan bergabung dengan Grup Band legend ternama Indonesia genre beatles yaitu MAT BITEL . Dan saat ini dia mendirikan Band D flash dengan melestarikan lagu lagu karya Koes Plus.
Menurutnya di tengah-tengah kesibukannya menjadi anggota legislatif, Cimahi Drum Lab masih eksis sampai sekarang, yang pengelolaanya diserahkan kepada Arie Bahri (Drummer D’ Mars- red) salah satu anak didiknya.
Suasana hangat dan akrab makin terasa, Ketika ditanya wartawan terkait kesukaannya dengan Band Koesploes Iwan menyampaikan, “Panjang ceritanya Brader, sedikit aja dulu ya. Pengalaman yang tidak pernah terlupakan karena senang sekali musik koesploes pada tahun 70an. Saat itu usia saya masih 5 atau 6 tahunan dibawa jalan jalan ke alun alun Cimahi dekat Bioskop Rio, dulu berjejer toko kaset kebetulan sekali di toko itu lagi muter lagu koesploes kesukaan. Saya berhenti diem di depan toko mendengarkan sampai habis .. pas lagu selesai, saya mencari ibu kaya anak hilang. Ibu saya juga mencari anaknya ketinggalan jauh baru sadar ..hahaha sangat mengesankan waktu itu,” kata Iwan sambil tertawa lepas.* (Pifend)
…….. next Kenapa Harus Murry?……..







