Magelang, Bewaramedia – Menghadapi tantangan pendidikan nasional yang kian kompleks, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Magelang menggelar kegiatan penguatan kompetensi guru dengan menekankan pentingnya Pembelajaran Mendalam, pada Jumat (27/6/2025).
Kegiatan tersebut menyentuh isu strategis yang tengah dihadapi dunia Pendidikan, seperti rendahnya kualitas literasi, numerasi, keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS), hingga kesenjangan mutu antar daerah, sekaligus menyambut peluang bonus demografi 2035 menuju Visi Indonesia 2045.
Dalam kegiatan ini, Disdikbud Kabupaten Magelang melibatkan akademisi dari dua perguruan tinggi terkemuka, yakni Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) dan INISNU Temanggung. Dr. Rasidi dari UNIMMA memaparkan bahwa masa depan sulit diprediksi, sehingga penting bagi pendidikan di Indonesia untuk mempersiapkan kompetensi generasi muda sejak dini.
Ia menyoroti hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 yang menunjukkan bahwa lebih dari 99% murid Indonesia hanya mampu menjawab soal Level 1–3 (LOTS), sedangkan kurang dari 1% dapat mengerjakan soal Level 4–6 (HOTS).
“Ini alarm besar bagi kita semua. Pembelajaran di sekolah harus bergerak ke arah yang lebih mendalam, bukan hanya sekadar hafalan, tetapi menyentuh aspek berpikir kritis, etika, estetika, dan kinestetik,” ungkap Rasidi.
Rasidi menjelaskan bahwa Pembelajaran Mendalam adalah pendekatan holistik yang menekankan proses pembelajaran yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful) melalui empat ranah, olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga. Pendekatan ini diyakini mampu mendorong terbentuknya lulusan dengan delapan dimensi Profil Pelajar Pancasila.

Sementara itu, Sigit Tri Utomo, akademisi dari INISNU Temanggung, menjelaskan bahwa dalam konsep Deep Learning, guru memiliki peran sentral untuk membangun kesadaran belajar peserta didik.
“Guru harus melihat murid bukan sebagai objek, tetapi sebagai subjek pembelajaran. Tugas guru hari ini adalah menumbuhkan motivasi intrinsik peserta didik untuk terus belajar,” tegasnya.
Sigit memaparkan beberapa prinsip utama dari Pembelajaran Mendalam seperti, Guru memfasilitasi pengalaman belajar yang meaningful dan mindful, adanya penghargaan atas potensi dan martabat kemanusiaan, kreativitas dan budaya inovatif ditumbuhkan melalui partisipasi aktif guru dan siswa, pemanfaatan teknologi digital secara cerdas dalam perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran, dan pendekatan multi dan interdisipliner dalam proses belajar untuk menjawab kompleksitas dunia nyata.
Penggagas Kegiatan
Kegiatan tersebut digagas oleh para pemangku kepentingan utama di lingkungan Disdikbud Kabupaten Magelang seperti, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Slamet Achmad Husein, S.E., M.M., Muhammad Subiyantara, S.Pd., M.Pd., Kepala Bidang Pembinaan PTK, dan Dwi Ratnawati, S.Pd., M.Pd., Kasi Kesejahteraan dan Pembinaan PTK.
Dalam sesi arahannya, mereka menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan kebijakan pusat dan diharapkan mampu mempercepat transformasi pendidikan berbasis komunitas dan lokalitas.
Menurut panitia pelaksana, Siti Mariyati, kegiatan ini dihadiri oleh pegawai dan staf Disdikbud, serta guru-guru dari sejumlah sekolah swasta tingkat SD dan SMP yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.
“Kami menyambangi langsung sekolah-sekolah seperti SD IT Al Ma’ruf Tegalrejo, SMP Muhammadiyah Sawangan, SD IT Ma’ahidul Irfan Bandongan, SMP IT Arrohman, SMP Muhammadiyah Muntilan, dan lainnya. Ini bukan sekadar pelatihan, tapi bentuk nyata dari komitmen membangun pendidikan dari bawah,” jelasnya.
Kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari peserta yang merasa terinspirasi dan termotivasi untuk menerapkan pembelajaran yang lebih mendalam. “Kegiatan ini sangat menyenangkan, banyak solusi konkret yang bisa diterapkan di sekolah masing-masing. Ini akan berdampak pada kemajuan proses belajar-mengajar,” tegas Subiyantara. ***







