Deklarasi Komitmen Anti Kekerasan Pesantren Persis

oleh -568 Dilihat

 

Banjaran Kab. Bandung, Bewaramedia – -Dalam upaya menegaskan komitmen terhadap lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan beradab, Pesantren Persatuan Islam 31 Banjaran menggelar agenda penting bertajuk Deklarasi Anti Kekerasan, Bullying, dan LGBTQ, Rabu (17/7/2025).

 

Kegiatan ini menjadi bagian dari momentum pengukuhan santri baru sekaligus rangkaian pembentukan karakter awal tahun ajaran baru 2025–2026.

 

Deklarasi dibacakan serempak oleh ratusan santri di halaman utama pesantren, disaksikan langsung oleh para asatidzah, pimpinan pesantren, dan seluruh civitas akademika. Dalam teks yang dibacakan, para santri menyatakan komitmen untuk menolak segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal, serta menegaskan bahwa mereka akan menjaga diri dan lingkungan dari pengaruh perilaku menyimpang seperti LGBTQ yang bertentangan dengan syariat Islam dan nilai fitrah manusia.

 

“Ini bukan hanya kegiatan simbolis, tapi bagian dari gerakan sadar dan pembiasaan nilai. Santri harus merasa aman untuk tumbuh, belajar, dan berkontribusi tanpa tekanan, tanpa kekerasan, dan tanpa gangguan moral,” ujar Ketua Pelaksana dalam sambutannya.

 

Dalam sambutan tersebut, ditekankan bahwa Islam sebagai agama rahmat tidak memberikan ruang untuk kekerasan dalam bentuk apapun. Pesantren, sebagai lembaga pendidikan akhlak, punya tanggung jawab besar untuk membina, melindungi, dan menjaga kehormatan santri dari kekerasan maupun perilaku menyimpang.

 

Deklarasi ini juga mengandung semangat edukatif, tidak hanya melarang, tetapi mengajak seluruh pihak baik santri, guru, maupun lingkungan sekitar — untuk saling menasihati dan mendoakan. “Deklarasi ini adalah wujud tekad kita semua — bahwa Pesantren Persatuan Islam 31 Banjaran adalah lingkungan yang menolak segala bentuk kekerasan, perundungan (bullying), dan perilaku menyimpang yang bertentangan dengan fitrah manusia dan ajaran Islam.” ujar salah satu pembina dalam wawancara terpisah.

 

Kegiatan ini mendapat apresiasi luas, karena dianggap selaras dengan Kementerian Agama yang beberapa tahun terakhir mendorong gerakan Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA) dan penguatan moderasi beragama di lingkungan pesantren.

 

Selain deklarasi, agenda hari itu juga diisi oleh Expo Ekstrakurikuler yang menampilkan berbagai klub dan minat bakat santri, mulai dari tahsin, BKC (karate), English Club, teater, sains, sampai komunitas alam SANTCAKA.

 

Dengan adanya kegiatan ini, Pesantren Persis 31 Banjaran menegaskan diri sebagai lembaga pendidikan Islam yang proaktif membentuk generasi tangguh — bukan hanya dalam ilmu dan ibadah, tetapi juga dalam akhlak, kepedulian sosial, dan tanggung jawab moral.

Tentang Penulis: Redaksi 01

Gambar Gravatar
Owner Bewaramedia, Konten Kreator, Aktifis Pendidikan dan Sosial

No More Posts Available.

No more pages to load.