Cimahi, BewaraMedia – Menyikapi larangan kegiatan study tour oleh Penjabat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Pemerintah Kota Cimahi menyiapkan alternatif kegiatan edukatif bagi pelajar dengan memperkenalkan program walking tour. Program ini mendorong siswa untuk mengenal lebih dekat lokasi-lokasi bersejarah di kota mereka sendiri.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna, mengatakan bahwa Cimahi memiliki banyak situs bersejarah yang bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran luar ruang. “Cimahi itu banyak bangunan-bangunan yang bersejarah. Dengan walking tour, siswa bisa lebih mengenal dan mencintai kota mereka,” ujarnya, Rabu (30/7/2025).

Walking tour dinilai sebagai opsi yang lebih terjangkau dibandingkan study tour ke luar kota. Namun demikian, Nana menegaskan bahwa kegiatan ini tetap memerlukan biaya, terutama untuk kebutuhan logistik seperti bahan bakar dan makanan ringan. “Iya, tetap ada biaya seperti BBM dan snack. Tapi relatif lebih murah, karena kita manfaatkan juga Sakoci (Sarana Komunikasi Keliling Cimahi),” jelasnya.

Beberapa destinasi yang sudah dijadikan lokasi walking tour antara lain Rumah Sakit Dustira, Kampung Adat Cireundeu, dan beberapa bangunan bersejarah lainnya di Cimahi.
Program ini, menurut Nana, sudah diterapkan sejak tahun lalu dan mendapat sambutan positif dari siswa dan orang tua. “Anak-anak sangat antusias. Tapi pelaksanaannya bergiliran, karena jumlah satuan pendidikan cukup banyak,” katanya.
Jurnalis: Tim Bewara Media






