Abah Alam inisiasi acara “Resonansi Budaya Kebangsaan Merah Putih”

oleh -630 Dilihat

Sumedang, Bewaramedia – Di jantung sejarah perjuangan rakyat Sumedang, Lapangan Darongdong, Buahdua, gema semangat Siliwangi kembali menggema. Dalam acara “Resonansi Budaya Kebangsaan Merah Putih”, Senin (22/9/2025), Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih hadir bukan sekadar sebagai pimpinan militer, tetapi sebagai simbol kedekatan TNI dengan rakyat dan penjaga nilai-nilai luhur bangsa.

Acara yang mengusung semangat persatuan ini mempertemukan Pangdam Kosasih dengan para veteran pejuang, tokoh masyarakat, pelajar, dan elemen budaya lokal. Pangdam tampil sebagai Inspektur Upacara, didampingi Dandim Sumedang Letkol ARH Kusuma Ardianto, S.IP., M.Han. sebagai Komandan Upacara.

Pemimpin yang Dekat dengan Rakyat

Dalam sambutannya, Pangdam menyampaikan pesan kuat mengenai makna kepemimpinan yang berpihak pada rakyat. Mengutip Wangsit Siliwangi, ia menegaskan bahwa pemimpin yang berwibawa adalah pemimpin yang dekat dan dipercaya rakyatnya.

“Pemimpin akan kehilangan wibawa jika menjauh dari rakyat dan tidak amanah,” tegasnya.

Lebih dari sekadar pidato, Mayjen Kosasih tampil sebagai sosok yang membumi. Ia memotivasi ratusan pelajar yang hadir dengan membagikan kisah pribadinya, tentang masa kecilnya yang sederhana lulusan SD berakreditasi B namun mampu meniti karier hingga menjadi Jenderal.

“Kalau sekolah akreditasi B saja bisa melahirkan Pangdam, maka sekolah akreditasi A di Buahdua ini harus bisa melahirkan Presiden. Kita doakan, Aamiin,” ucapnya disambut tepuk tangan meriah.

Doa Orang Tua, Jalan Seorang Jenderal

https://youtu.be/mE7UyhW9ET4

Dalam momen menyentuh, Pangdam mengungkapkan asal muasal namanya, “Kosasih”, yang diberikan oleh orang tuanya karena terinspirasi oleh Kolonel Inf. Raden Ahmad Kosasih, Pangdam Siliwangi era 1960-an. Secara tak terduga, nama itu mempertemukannya secara simbolik di ruang Pangdam, melalui foto yang berjajar lurus antara Pangdam ke-7 dan dirinya sebagai Pangdam ke-47.

“Itulah kekuatan doa orang tua. Jangan pernah sepelekan,” ungkap Pangdam, menahan haru.

Menghormati Para Pejuang

Abah Alam menyerahkan cinderamata kepada Pangdam III/SLW

Penggagas acara, Adhitiya Alam Syah (Abah Alam), tampak emosional saat menyaksikan Pangdam dengan penuh ketulusan menyalami satu per satu para veteran yang hadir. Dalam simbol penghormatan, Abah Alam menyerahkan Kujang dan Piagam Kujang sebagai bentuk apresiasi tertinggi kepada Pangdam.

“Inilah pemimpin yang tidak melupakan sejarah. Harapan kami, kegiatan ini menjadi agenda tahunan Kodam III/Siliwangi,” tutur Abah Alam.

Tanah Sakral Perjuangan Divisi Siliwangi

Ditempat terpisah sejarawan Hendi Jo turut memberikan konteks historis mendalam tentang pentingnya wilayah Buahdua. Ia menyebut Lapangan Darongdong sebagai lokasi sakral, tempat Letkol Sadikin menganugerahkan Bintang Gerilya kepada para pejuang long march Divisi Siliwangi. Bahkan, tempat ini pernah menjadi markas pusat sementara Divisi Siliwangi karena kuatnya basis Republik di wilayah ini.

“Di sinilah rakyat dan prajurit menyatu dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan,” jelas Hendi Jo.

Ia juga mengenang keberanian Mayor R.O. Abdurachman dan 10 anak buahnya yang gugur demi menyelamatkan Panglima Divisi pengorbanan yang tak ternilai dalam sejarah kemerdekaan.

Budaya, Simbol Kekuatan Rakyat

Acara yang diinisiasi oleh Abah Alam ini dirangkaikan dengan berbagai kegiatan penuh makna seperti Parade Budaya, Teatrikal Pusaka Merah Putih, dan Pagelaran Simbolik Sapu Nyere Sabilulungan sebuah representasi gotong royong dan kekuatan kolektif masyarakat.

Dua moto utama yang diusung memperkuat filosofi acara:

“Siliwangi adalah Masyarakat Jawa Barat dan Banten Masyarakat Jawa Barat dan Banten adalah Siliwangi”

“TNI Bersama Rakyat, Rakyat Bersama TNI, Berdaulat dan Bermartabat”

Melalui acara ini, ikatan emosional, historis, dan kultural antara TNI dan rakyat kembali dipertegas.

Kesimpulan: Siliwangi Adalah Kita

Kehadiran Pangdam Kosasih di Buahdua bukan hanya kunjungan seremonial, melainkan pesan kuat tentang kepemimpinan yang berpijak pada akar sejarah, nilai perjuangan, dan masa depan bangsa.Semangat Siliwangi bukan hanya milik masa lalu ia terus hidup dalam jiwa para pejuang, para pemuda, dan pemimpin masa depan Indonesia. (PF07)

Tentang Penulis: Redaksi 01

Gambar Gravatar
Owner Bewaramedia, Konten Kreator, Aktifis Pendidikan dan Sosial

No More Posts Available.

No more pages to load.