Bandung, Bewaramedia – AKSPI (Asosiasi Komite Satuan Pendidikan se-Indonesia) menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Yang ditujukan bagi para Ketua Komite SLBN, SMPN, SMAN, SMKN kota Bandung dan Cimahi di Kota Bandung serta Kota Cimahi. Acara berlangsung pada Sabtu (27/09/2025) di Hotel Crowne Plaza, Jalan Lembong 19, Kota Bandung.
Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari undangan resmi KCD VII dengan nomor 5701/TU.04-Cadisdikwil.VII pada 19 September 2025 yang melalui WA grup Alumni Workshop Cikarang. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI), Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat, serta AKSPI.

Tokoh yang Hadir



Hadir dalam acara tersebut, antara lain:
- Nurul Arifin, M.Si. – Anggota Komisi I DPR RI Dapil Jabar I
- Ir. Dwita Ria Gunadi – Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra
- Prof. Dr. Cartono, S.Pd., M.Pd., M.T. – Wakil Rektor I Unpas sekaligus Ketua Umum AKSPI Jawa Barat
- Dr. Agustin Teras Narang, SH. – Anggota DPD RI/MPR RI Dapil Kalimantan Tengah
Nurul Arifin menegaskan kembali pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, serta Bhinneka Tunggal Ika. Ia menekankan, tantangan generasi muda saat ini tidak hanya seputar degradasi moral, tetapi juga pengaruh pergaulan bebas, narkoba, hingga lemahnya literasi.
“Pancasila adalah dasar ideologi bangsa, UUD 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu. Semua ini harus terus ditanamkan kepada generasi penerus agar tidak tercerabut dari akar kebangsaan,” tegas Nurul.
Sementara itu, Ir. Dwita Ria Gunadi menyoroti fenomena sosial di kalangan remaja, mulai dari tawuran, perundungan, hingga kecanduan gawai. Ia menegaskan pentingnya ketegasan semua pihak untuk menjaga generasi muda agar tetap fokus pada pendidikan dan pengembangan diri yang positif.
Peran Pemuda dan Pendidikan
Menurut Agustin Teras Narang bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa besar yang harus mampu menyadari potensi persatuannya. Menurutnya, semangat kebangsaan merupakan landasan dalam membangun karakter generasi muda.
Sementara Prof. Dr. Cartono menekankan bahwa Empat Pilar Kebangsaan bukan sekadar doktrin, tetapi warisan para pendiri bangsa yang harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan. Ia juga menyoroti perlunya menjadikan pendidikan sebagai investasi utama dalam pembangunan bangsa serta meningkatkan penghargaan terhadap profesi guru.
Harapannya sosialisasi ini dapat menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan peran komite sekolah dalam mendukung pembentukan karakter siswa yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan. Para narasumber sepakat bahwa tantangan zaman hanya bisa teratasi dengan generasi muda yang memiliki keteguhan ideologi, kecerdasan intelektual, dan kepribadian yang berkarakter Pancasila.*






