Cimahi, BewaraMedia – Walikota Cimahi menegaskan peran strategis Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Cimahi sebagai mitra utama pemerintah dalam menyukseskan program pembangunan daerah, terutama dalam upaya mencapai target “Zero New Stunting” menjelang Indonesia Emas 2045.
Pernyataan ini disampaikan Walikota saat menghadiri Acara Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-53 Tingkat Kota Cimahi di Alam Wisata Cimahi, Selasa (11/11).
Walikota mengapresiasi konsistensi PKK sebagai organisasi yang kuat dan solid, mulai dari tingkat kota, kecamatan, kelurahan, hingga tingkat RW.
”Dalam hal ini kita hadir di AWC bersama TP PKK Kota Cimahi, para kepala perangkat daerah, Camat, Lurah, dan seluruh elemen organisasi sebagai mitra Pemerintah Kota Cimahi. Dalam membantu program-program. Alhamdulillah, PKK adalah organisasi yang kuat dan solid. Salah satunya, tidak ada keraguan lagi dalam pengabdiannya kepada masyarakat,” ujar Walikota.
Walikota menekankan bahwa fokus utama Pemkot saat ini, yang bersinergi dengan PKK dan DP3AP2KB (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana), adalah menyiapkan generasi penerus yang berkualitas untuk menghadapi Indonesia Emas 2045.
”Dalam menghadapi Indonesia Emas tahun 2045, tentunya PKK beserta para perangkat daerah dalam hal ini DP3AP2KB menyiapkan bagaimana generasi penerus nanti 2045 benar-benar siap. Salah satunya program adalah untuk mengatasi zero new stunting, tidak ada lagi stunting Kota Cimahi,” tegasnya.

Peran Aktif Kader PKK
Menurut Walikota, upaya mencapai target tersebut melibatkan peran aktif kader PKK sebagai ibu asuh dan bapa asuh dalam masyarakat. Pengawasan dan perawatan anak harus dimulai sejak dini.
”Kita berupaya agar PKK maju dan turun tangan sebagai ibu asuh dan bapa asuh untuk menyiapkan generasi muda. Bagaimana perawatan sejak ibu hamil sampai nanti lahir, seribu hari pertama anak-anak dalam pengawasan kita sehingga tidak ada stunting lagi,” jelas Walikota.
Walikota menambahkan bahwa stunting bukan hanya tentang tubuh kecil, tetapi memiliki dampak signifikan terhadap kualitas sumber daya manusia, termasuk kesehatan, kecerdasan, dan pola kepemimpinan di masa depan.
”Oleh sebab itu, PKK inilah yang mengedepankan mengurangi stunting,” pungkas Walikota.








