Cimahi,BewaraMedia – Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat kembali menuai kritik tajam dari masyarakat dan anggota dewan, bahkan sempat disorot oleh Gubernur Dedi Mulyadi. Anggota DPRD Kota Cimahi, Iwan Setiawan, menilai bahwa masalah pelayanan di RSUD Cibabat sudah menjadi isu klasik yang berulang.
Menurut Iwan, masalah utama terletak pada manajemen dan profesionalisme pihak rumah sakit. Ia menegaskan, Fraksi PDIP Perjuangan menuntut perbaikan mendasar, terlepas dari isu internal seperti Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) para dokter.
“Yang penting itu adalah pelayanan. Kalo saya sih memperjuangkan pelayanan bukannya TKD Dokter,” ujarnya.
Iwan Setiawan juga menyoroti kurangnya informasi yang sampai kepada masyarakat terkait aturan penggunaan layanan. Ia menjelaskan, sesuai aturan, pasien yang masuk UGD namun tidak memerlukan rawat inap tetap harus membayar pelayanan UGD tersebut, meskipun memiliki BPJS.
“Informasi ini harus nyampe ke masyarakat,” pintanya.
Lebih lanjut, Iwan Setiawan mendesak RSUD Cibabat sebagai Badan Milik Daerah dan penyumbang PAD terbesar (sekitar Rp300 Miliar per tahun) untuk tidak menolak pasien, terutama warga Cimahi.
“Kalo bisa warga Cimahi itu jangan sampai pulang lagi sebelum dapat pelayanan, itu yang jadi prioritas. Karena uang pajak mereka loh, kita ada itu karena mereka warga Kota Cimahi,” tutupnya.

Jurnalis: Pipih Fendy
Penulis/ Foto: VRM






