Ini Penjelasan BMBK Terkait Kerusakan Ruas Jalan Umbar Putih – Doh

oleh -36 Dilihat
Ini Penjelasan BMBK Terkait Kerusakan Ruas Jalan Umbar Putih - Doh
Kondisi Jalan Rusak

Tanggamus Lampung, Bewaramedia – Beredarnya informasi di tengah masyarakat terkait kondisi proyek hotmix ruas jalan Umbar Putih–Doh yang disebut “seumur jagung” dan sudah mengalami retak-retak, mendapat perhatian serius dari Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung.

Menanggapi hal tersebut, pihak BMBK menegaskan bahwa kerusakan yang terjadi bukan disebabkan oleh pengerjaan yang asal-asalan atau ketebalan hotmix yang tidak sesuai spesifikasi.

Berdasarkan hasil pemantauan teknis di lapangan, lokasi jalan tersebut berada di kawasan rawan, tepatnya di atas jurang tepi laut dengan kondisi kontur tanah yang labil.

Dalam beberapa pekan terakhir, wilayah tersebut juga dilanda curah hujan ekstrem yang terjadi hampir setiap hari. Kombinasi antara intensitas hujan tinggi dan kondisi tanah yang tidak stabil menyebabkan terjadinya pergeseran struktur tanah di bawah badan jalan. Akibatnya, terjadi penurunan tanah (ambles) yang berdampak pada lapisan aspal di atasnya.

“Ini bukan karena mutu pekerjaan yang buruk, melainkan karena faktor alam yang tidak dapat diprediksi sepenuhnya. Secara teknis, ini termasuk kategori bencana alam atau gangguan geologis,” jelas salah satu perwakilan teknis mewakili M.Taufiqulloh Kepala dinas BMBK Provinsi Lampung(Minggu 11 Januari 2026)

Meski demikian, BMBK Lampung memastikan bahwa kerusakan tersebut tidak dibiarkan begitu saja. Dinas telah bergerak cepat melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) terkait. Pada tahun anggaran 2026, ruas jalan tersebut sudah masuk dalam rencana perbaikan lanjutan.

Tak hanya sekadar menambal, perbaikan akan dilakukan dengan pendekatan teknis yang lebih kuat, termasuk pembangunan sistem penahan tanah agar kejadian serupa tidak terulang. Konsep perkuatan struktur bawah jalan juga telah disiapkan untuk menyesuaikan dengan karakteristik wilayah yang rawan pergerakan tanah.

Dengan klarifikasi ini, BMBK Lampung mengajak masyarakat untuk memahami bahwa tidak semua kerusakan infrastruktur disebabkan oleh kelalaian pelaksana. Dalam kondisi tertentu, faktor alam memiliki pengaruh besar terhadap daya tahan konstruksi.

“Intinya, ini bukan proyek abal-abal. Ini proyek yang diuji oleh alam. Dan kami tidak lari dari tanggung jawab. Kami hadir untuk memperbaiki,” tegas pihak BMBK

Tentang Penulis: Redaksi 01

Gambar Gravatar
Owner Bewaramedia, Konten Kreator, Aktifis Pendidikan dan Sosial

No More Posts Available.

No more pages to load.